DIVERSIFIKASI PRODUK TEMPE GENERASI DUA SEBAGAI PANGAN HARIAN DI MASA ADAPTASI KEBIASAAN BARU

Open Access
Article Info
Submitted: 2020-09-28
Published: 2020-12-11
Section: Articles
Language: ID

Tempe merupakan makanan yang sehat, dengan menerapkan cara produksi higienis; tepung tempe yang dihasilkan mempunyai beragam penggunaan untuk makanan harian.. Tempe dan tepung  tempe dapat  menjadi bahan baku dan bahan makanan tambahan untuk jajanan, lauk pauk dan camilan. Tempe dan hasil olahannya disukai banyak orang dan sudah terkenal didalam dan luar negeri.  Tempe segar hanya dapat bertahan 3 x 24 jam, sementara  Bagaimana dengan diversifikasi pangan dari produk tempe generasi ke 2 (G-2). Artikel ini memaparkan diversifikasi pangan produk tempe generasi dua sebagai pangan modern yang bisa dikonsumsi harian dan didesimminasi oleh UKM di Jateng. Era pandemik mengubah pola makan masyarakat untuk bertrasformasi kearah pangan rumahan yang simple dengan bahan baku lokal. Dalam hal ini makanan sarai gizi ini menjadi solusinya. Jenis makanan harian yang disukai yaitu kripik tempe,  nugget tempe, coklat tempe, cireng, cilok, tempe caramel, brownies tempe dan sate tempe. Makanan harian ini memenuhi kecukuan kandungan zat gizi yakni protein, serat makanan dan antioksidan. Simpulan : eksistensi produk makanan tempe generasi dua  telah berkembang dan bisa dibudayakan untuk makanan harian rumahan dan wira usaha pada UKM rumah tangga.

 

Kata kunci — makanan harian, tempe generasi dua, tepung tempe.

References

  1. Astawan, M.,D. Muchtada,T, Wresdiyati, S.
  2. Widowati, S.H.Bintari, M. Suwarna, Evaluasi
  3. Nilai Gizi Protein Tepung Tempe yang terbuat
  4. dari Varietas Kedelai Impor dan Lokal.
  5. Jurnal Pangan, 2014. Vol. 23, No. 1, ISSN
  6. -0607
  7. Bintari, S.H.,Pasteurization for Hygienic Tempe
  8. Study Case of Krobokan Tempe Yesterday and
  9. Today. GSTF Journal of BioSciences .
  10. /01/2013, Vol. 2 Issue 2,
  11. Bintari,S.H, Rodiyah, Sunyoto, Pengembangan Makanan Jajanan yang Diberi Tambahan Tempe. Ngayah - Majalah Aplikasi Ipteks Vol. 4, No. 2, Desember 2013.
  12. Bintari, S.H, S F Moeis, Sarjadi, Perubahan
  13. parameter Biologik Jaringan Kanker Payudara
  14. Mencit akibat pemberian isoflavone tempe.
  15. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. Vol 9 (4)
  16. , ISSN : 1693-900X
  17. Bintari, S.H. Potensi isoflavone pada kedelai
  18. sebagai antikanker. Book Chapter :Metabolit
  19. seconder dari tanaman : Aplikasi dan
  20. produksi. ISBN 978-602-5728-05-1 2018
  21. Bintari, S.H, DW Saputro, M.F.Putri, Suwahyo,
  22. Sunyoto.High Flavonoid Soybean Diversifica tion of Supplementation Technology. 6 th internasional conference on mathematics, science and education (ICMSE), 09 -10 Oktober 2019
  23. Bintari,S.H., 2019. Tempe sebagai Pangan Fungsional. Naskah Pengukuhan Guru Besar UNNES Bidang Biotekknologi.
  24. Bintari, S.H, DW Saputro, M.F.Putri, Suwahyo, Sunyoto. International Symposium on Innovation, Entrepreneurship, and Commer cialization (ISINEC) 2019.Pusat Inovasi dan Komersialisasi LP2M UNNES 26 Des 2019
  25. Iwatani, S; N.Yamamoto, Functional food products in Japan: A review. School of Life Science and Technology, Tokyo Institute of Technology, Yokohama, Kanagawa, 226-8501, Japan, 2019.
  26. J Kearney. Review Food consumption trends and Drivers. Department of Biological Sciences, Dublin Institute of Technology (DIT), Dublin, EirePhil. Trans. R. Soc. B (2010) 365.

  1. Siti Harnina Bintari  Jurusan Biologi Universitas Negeri Semarang, Indonesia