PENGUATAN KOMODITI UNGGULAN MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN KAPABILITAS MANAJERIAL DAN KAPASITAS PRODUKSI PADA UMKM KOPI LELET DI KABUPATEN REMBANG

Open Access
Article Info
Submitted: 2020-09-28
Published: 2020-12-11
Section: Articles
Language: ID

Kabupaten Rembang memiliki minuman kopi yang khas disebut dengan kopi lelet. Sejarah Kopi lelet identik dengan kegiatan nglelet dengan media batang rokok dan tintanya menggunakan ampas kopi. UMKM yang memproduksi kopi lelet diantaranya adalah Kopi Lelet Cap Cangkir dan Cap Leo. Kedua UMKM tersebut memiliki kendala dalam mengembangkan bisnisnya, yaitu: 1) Terbatasnya wawasan dan pengetahuan manajemen dan kewirausahaan; 2) Proses produksi manual dan terbatasnya hasil produksi; 3) Pemasaran masih terbatas di Kabupaten Rembang dan kemasan masih sederhana; 4) Pengelolaan keuangan belum belum profesioanl dan belum dipisahkan dengan keuangan keluarga, dan 5) Terbatasnya permodalan. yang dimiliki oleh UMKM Kopi Lelet mitra, khususnya untuk pengadaan peralatan produksi. Untuk Maka tim melakukan kegiatan:  1) Pelatihan kewirausahaan dan manajemen usaha; 2) Memfasilitasi penggadaan mesin penggiling kopi dan pengepres kemasan; 3) Memfasilitasi penggadaan kemasan produk dengan desain yang menarik; dan 4) Pedampingan usaha UMKM Mitra dalam pencatatan transaksi usaha. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah: 1) UMKM Mitra didorong  bisa mengimplementasikan manajemen usaha yang baik; 2) Tersedianya mesin penggiling kopi dan pengepres kemasan; 3) Tersedianya kemasan produk yang menarik; dan 4) UMKM Mitra memiliki pembukuan yang sederhana.

Kata kunci: Pengembangan Bisnis, Kapabilitas Manajerial, Kapasitas Produksi, UMKM

References

  1. Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang (2013). Data UMKM Industri di Kabupaten Rembang.
  2. Dewi, N.L.M.I.M., Budiasa, I.W. & Dwi, I.A.L. (2015). Analisis Finansial dan Nilai Tambah Pengolahan Kopi Arabika di Koperasi Tani Manik Sedana Kabupaten Bangli. E-journal Agribisnis dan Argowisata. Vol. 54, No. 2. hal. 97 – 106.
  3. Ekawati, Z. (2016). Manfaat Dibalik Secangkir Kopi. Tribun Jogja, 10 Januari 2016, hlm. 13.
  4. Gardjito, M. & Rahadian A., D. (2011). Kopi. Yogyakarta: Kanisius.
  5. Halik, A., Kasiyati, S.B., Budiarti, E. & Ratnaningsih (2015). IbM Penggembangan Usaha Warung Kopi Di Deesa Bungah dan Desa Lasem, Kabupaten Gresik. Jurnal Pengabdian LPPM Untag Surabaya. Vol. 01, No. 2, hal. 97 – 104.
  6. https://ekonomi.bisnis.com/read/20160114/99/509504/aeki-konsumsi-kopi-di-pasar-domestik-naik-pesatdiakses tanggal 30 Januari 2017.
  7. Irjayanti, M. & Azis, A.M. (2012). Barrier Factors and Potential Solutions for Indonesian SMEs. Procedia Economics and Finance. Vol. 4, pp. 3-12.
  8. Kotler, P.T. & Armstrong, G. (2018). Principles of Marketing. Global Edition, 17th Edition. Pearson.
  9. Kotler, P.T. & Keller, K.L. (2016). Marketing Management. Global Edition. 15th Edition. Pearson.
  10. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Diponegoro (2018). Buku Panduan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Edisi V.
  11. Kusmindari, D. & Apriyanto, A. (2009). Produktivitas dan Pengukuran Kerja Proses Produksi Medium Dencity Fibreboard (MDF). Jurnal Ilmiah TEKNO, Vol. 6 No. 2, hal. 85-96.
  12. Mandala, A. & Raharja, E. (2012). Peran Pendidikan, Pengalaman, dan Inovasi Terhadap Produktivitas Usaha Kecil Menengah. Diponegoro Journal of Management, Vol. 1. No 1, hal 1 – 11.
  13. Panggabean, E. (2011). Buku Pintar Kopi. Jakarta Selatan: PT Agro Media Pustaka.

  1. H Hersugondo  Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia