Penerapan GMP dan SSOP di UMKM Ranafra Tegal Untuk Memperoleh Sertifikat Kelayakan Pengolahan

Open Access
Article Info
Submitted: 2020-09-26
Published: 2020-12-11
Section: Articles
Language: INDONESIA
UMKM Ranafra merupakan salah satu unit pengolahan ikan yang terletak di Tegal dan tergabung dalam Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Sukses. Selain kerupuk ikan kuniran sebagai produk unggulan, UMKM Ranafra juga memproduksi frozen food, seperti bakso ikan, siomay ikan, empuk-empuk, dan gyoza. Kerupuk ikan kuniran telah memiliki nomor PIRT, sedangkan frozen food sudah memiliki sertifikat Halal dan nomor MD. Meskipun demikian, UMKM Ranafra belum memiliki Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) atas seluruh produk. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk introduksi serta pendampingan UMKM dalam menyusun dokumen dan menerapkan GMP (Good Manufacturing Practices) atau Cara Pengolahan yang Baik dan SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure) atau Prosedur Operasi Standar Sanitasi hingga memperoleh SKP. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi penyuluhan, pendampingan, serta perbaikan ruang produksi. Dengan kegiatan penyuluhan, mitra mampu mengimplementasikan cara pengolahan yang baik, misalnya dengan menjaga rantai dingin dalam proses produksi. Perbaikan ruang produksi juga dilakukan dengan mengacu pada standar SSOP. pada tanggal 27 Agustus 2020, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dapat mengeluarkan SKP untuk UMKM Ranafra. Dengan demikian, transfer ilmu pengetahuan ini memberikan manfaat untuk sertifikasi produk. Dengan adanya SKP, diharapkan produk akan lebih dapat diterima oleh masyarakat luas karena adanya jaminan mutu dan keamanan pangan.

References

  1. A.N. Zulfahmi, F. Swastawati, dan Romadhon, “Pemanfaatan daging ikan tenggiri (Scomberomorus commersonii) dengan konsentrasi yang berbeda pada pembuaan kerupuk ikan,” Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan, vol. 3, no. 4, hal. 133-139, 2014.
  2. A.R., Putri dan S, Harto, “Motivasi Rusia menerapkan kebijakan customs union terhadap ekspor ikan dari Indonesia tahun 2013,” Jurnal online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau, vol. 3, no. 2, hal. 1-14, 2016.
  3. M.J. Hafsah, “Upaya pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM),” Jurnal Infokop, no. 25 (XX), 2004.
  4. dkp.jatengprov.go.id/index.php/skp. Diakses tanggal 20 September 2020.
  5. Kementerian Kelautan dan Perikanan, “Peraturan Direktur Jendral Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Nomor: PER.09/DJ-P2HP/2010 tentang Persyaratan, Tata Cara Penerbitan, Bentuk, dan Format Sertifikasi Kelayakan Pengolahan (SKP),” Jakarta, Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2010.
  6. F. Mairizki, “Analisis hygiene sanitasi depot air minum isi ulang (Damiu) di sekitar Universitas Islam Riau,” Jurnal Endurance, vol. 2, no. 3, hal. 389-396, 2017.
  7. I. Sandra dan Juhairiyah, “Penerapan sanitasi dan hygiene pada pembekuan ikan anggoli (Pristipomoides multidens) di CV Bee Jay Seafoods Probolinggo Jawa Timur,” Jurnal Ilmu Perikanan, vol. 6, no. 1, hal. 36-46, 2015.
  8. S. Wibhawa, T. Wiliater, dan P. Adi, “Perancangan proses produksi berdasarkan cara produksi makanan yang baik di Indoice Kediri,” Journal Titra, vol. 5, no. 1, hal. 23-30, 2017.

  1. Retno Ayu Kurniasih  Departemen Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia