OPTIMALISASI PEMANFAATAN DAUN MANGROVE MENJADI SABUN DAN HANDSANITIZER DI DESA MANGUNHARJO, TUGU, SEMARANG

Open Access
Article Info
Submitted: 2020-09-20
Published: 2020-12-11
Section: Articles
Language: EN

Kondisi pandemic Covid – 19 yang saat ini mewabah di Indonesia menjadikan seluruh masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kebersihan dan melakukan physical distancing. Wilayah pesisir Mangunharjo dikenal sebagai ekosistem perairan yang memiliki potensi yang sangat besar dan dapat dikembangkan untuk mendukung keberhasilan pembangunan. Daya dukung sumberdaya alam dan manusia yang ada di kawasan tersebut harus memberikan sinergitas agar pemanfaatan dan pengelolaan wilayah pesisir dapat memberikan manfaat berkesinambungan. Kelurahan Mangunharjo merupakan tipe desa pesisir dengan panjang pantai 5,39 km dengan luasan mangrove sebesar 9 hektar. Daun mangrove yang gugur dan berserakan akan mengganggu pandangan mata dan mengurangi nilai estetika, oleh karena itu sampah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi  sabun (cair dan padat) serta  handsanitizer. Dari hasil penelitian Daun mangrove mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu steroid atau triterpenoid, saponin, flavonoid, dan tanin, sehingga berpeluang dapat dimanfaatkan menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan saat pandemic Covid-19  melalui Edukasi dan  Pelatihan  kepada mitra dan ibu-ibu PKK Mangunharjo dari sampah lingkungan mampu menghasilkan nilai lebih yang bermanfaat bagi peningkatan pendapatan mitra dari produk hasil olahan daun mangrove

 

Kata Kunci: Covid – 19, daun mangrove, sanitasi

References

  1. G. DAFTAR PUSTAKA
  2. Agoramoorthy G, Chen F, Venkatesalu V, Kuo DH, Shea, PC. 2008. Evaluation of antioxidant polyphenols from selected mangrove plants of India. Asian Journal of Chemistry 20(2): 1311-1322.
  3. Ambariyanto dan Denny N. Sugiyanto. 2012. Kajian Pengembangan Desa Pesisir Tangguh di Kota Semarang. Riptek. 6(11), 29 – 38.
  4. Guntara, Sanda. 2019. Analisis Kandungan Senyawa Daun Mangrove yang Ada di Kampung Tanjung Sebauk. Riau: Universitas Maritim Raja Ali Haji.
  5. Manik, Dellyna Feronica, Triana Hertiani, dan Hady Anshory. 2014. Analisis Korelasi Antara Kadar Flavonoid Dengan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Dan Fraksi – Fraksi Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Terhadap Staphylococcus aureus. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada
  6. Miswanto, 2006. Kandungan Eleemn Na, K, Ca, dan Mg Pada Daun Mangrove di Pesisir Pantai Utara Subang Jawa Barat. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
  7. Naiborhu PE. 2002. Ekstraksi dan Manfaat Ekstrak Mangrove (Sonneratia alba dan Sonneratia caseolaris) Sebagai Bahan Alami Antibakterial pada Patogen Udang Windu, Vibrio harveyi. [Tesis]. Sekolah Pascasarjana IPB, Bogor.
  8. Prabowo, Yudi., Irawan, Henky., Pratomo, Arief. 2019. Ekstraksi Senyawa Metabolit Sekunder yang Terdapat Pada Dau Mangrove Xylocarpus granatum dengan Pelarut yang Berbeda. Riau: Universitas Maritim Raja Ali Haji.
  9. Rosyidah, K, S.A. Nurmuhaimina, N. Komari, M.D. Astuti. 2010. Aktivitas Antibakteri Fraksi Saponin dari Kulit Batang Tumbuhan Kasturi (Mangifera casturi). ALCHEMY. 1(2), 53 – 103.
  10. Wahyudi, Agus, Boedi Hendrarto, Agus Hartoko. 2014. Penilaian Kerentanan Habitat Mangrove di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang Terhadap Variabel Oseanografi Berdasarkan Metode CVI (Coastal Vulnerability Index).Diponegoro Journal of Maquares. 3(1), 89 – 98.

  1. Suryanti Suryanti Suryanti  Orcid Scholar Dr. Ir. Suryanti, MPi Department of Aquatic Resources Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

    Dr. Ir. Suryanti, MPi
    Department of Aquatic Resources

    Lektor/Penata Tingkat I

  2. Churun A'in 

    Departemen Sumberdaya Akuatik

    Asisten ahli, 

  3. Siti Rudiyanti 

    Departemen Sumberdaya Akuatik

    Lektor Kepala