Evaluasi Pemanfaatan Teknologi Irigasi Air Dangkal dari Dana Alokasi Khusus Pertanian Untuk Efisiensi Produksi Budidaya Pertanian Bawang Merah

Open Access
Article Info
Submitted: 2020-09-20
Published: 2020-12-11
Section: Articles
Language: IND

Perkembangan teknologi di bidang pertanian sangat membantu petani dalam mengolah lahan yang berdampak pada peningkatan hasil panen. Petani biasanya terkendala oleh literasi teknologi maupun infrastruktur, hal ini kemudian menjadi pemicu berkurangnya generasi penerus dalam bidang pertanian. Oleh karena itu di perlukan jejak-jejak rintisan pertanian moderan atau smart farming, dimana praktek pertanian yang menerapkan teknologi 4.0 baik sebagian atau seluruhnya pada fase-fasenya (produksi, pasca panen, marketing). Setiap upaya adopsi teknolgi memerlukan waktu dan juga fase transisinya. Pemerintah melalui kementerian pertanian mendukung kegiatan pertanian dengan menerapkan teknologi moderan dengan menyusun dan melaksankan strategi-strategi penguatan pembangunan pertanian. Salah satu aktivitas intervensi teknologi adalah dalam pengairan, karena air menjadi sumber kehidupan bagi tanaman. Salah satu komoditas produk pertanian yang masuk dalam daftar fokus pengembangan adalah bawang merah, karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan menjadi salah satu produk pertanian pengendali inflasi. Evaluasi pelaksanaan program Kementerian Pertanian salah satunya adalah dana alokasi khusus (DAK). Evaluasi DAK untuk Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilakukan dari bulan Agustus-September dengan data seluruh DIY, namun fokus pada kasus di Kabupaten Kulon Progo dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahapan kegiatan evalusi DAK yaitu persiapan/rapat/koordinasi; pengumpulan data dan informasi; pengolahan data dan informasi; dan penyusunan laporan. Pengambilan data dilakukan dengan pengambilan data sekunder, data primer melalui wawancara dan forum grup discussion (FGD) bersama para pihak terkait dengan petani bawang merah di Kulon Progo. Pemanfaatan DAK bidang pertanian di DIY di dominasi pemanfaatannya untuk kegiatan seputar air untuk pertanian (dam, embung irigasi). Teknologi Irigasi air dangkal untuk pengairan bawang merah di Kulon Progo menjadi topik khusus untuk di telaah lanjut. Berdasarkan evaluasi pemanfaatan DAK bidang pertanian untuk pembangunan irigasi air dangkal sangat manfaat bagi petani bawang merah di Kulon Progo. Penerapan teknologi pada irigasi air dangkal petani bawang merah tidak hanya bermanfaat secara teknis, namun juga secara ekonomis. Ada peningkatan efisiensi bea produksi bawang merah sampai 41% dari kebutuhan untuk pengairan.

References

  1. Ardi. 2013. Hasil Besar Dari Irgasi Kecil. Koran Harian Media Indonesia. Jakarta.
  2. Hansen, V.E., O.W, Israelsen, dan G.E. stringham. 1992. Dasar-dasar dan praktek Irigasi. Erlangga: Jakarta.
  3. Agroteknologi. 2011. https://www.google.com/amp/s/agroteknologi2011.wordprress.com/2013/01/14/irigasi-curah/amp/
  4. Kabartani.2019. https://kabartani.com/pengaturan-interval-penyiraman-bawang-merah-di-lahankering.html
  5. Antara.2019. https://www.antaranews.com/berita/1016044/pemkab-kulon-progo-targetkan-produksibawang-merah-6135-ton
  6. Duff, B.1978. Mechanization and use of modern rice varieties. Economic consequences of new rice echnologi. IRRI, Los Banos, Philippines.

  1. Bambang - Suwignyo  Orcid Scholar UGM, Indonesia
    Nutrisi dan Makanan Ternak