PENERAPAN ECO-LIGHT TRAP PADA INNOVATIVE COMMUNITY-CENTERED DENGUE ECOSYSTEM MANAGEMENT UNTUK MENURUNKAN POPULASI VEKTOR DBD

Open Access
Article Info
Submitted: 2020-09-16
Published: 2020-12-11
Section: Articles
Language: EN

Peningkatan sebanyak 30% kasus DBD terjadi di wilayah Kabupaten Karanganyar dalam kurun tiga tahun terahir. Desa Matesih Kabupaten Karanganyar ditemukan sekitar 40 kasus DBD sejak awal musim hujan. Dusun Sabrang Kulon Desa Matesih selalu berstatus non-endemis, Februari 2020 ditetapkan KLB, menyebabkan Dusun Sabrang Kulon perlu ditangani, agar tidak terjadi KLB berulang&menjadi endemis. Innovative-Community-Centered Dengue-Ecosystem-Management merupakan program edukasi kesehatan masyarakat mengenai upaya pencegahan DBD dengan melakukan pengelolaan ekosistem dengan berpusat pada warga yang inovatif, dengan bersumber pada keterbaharuan informasi. Inovasi warga dalam memanfaatkan barang bekas pakai yang potensial sebagai breeding site, menjadi eco-light trap. Edukasi kesehatan masyarakat yang dilaksanakan ini bertujuan memberdayakan masyarakat, terutama dasawisma Dusun Sabrang Kulon melalui penerapan eco-light trap untuk menurunkan populasi vektor DBD, sehingga pencegahan kasus DBD dapat tercapai. Target khusus yaitu tercapai eliminasi DBD dengan memutus transmisi penularan DBD melalui penggunaan eco-light trap. Kelompok sasaran strategis adalah para kader PKK. Metode pelaksanaan dengan melakukan edukasi, demonstrasi&praktik pembuatan eco-light trap,monitoring. Keberhasilan pengabdian ditinjau menggunakan instrumen tes dan monitoring lapangan berupa survei entomologi. Hasil tes yang dmenunjukkan terdapat perbedaan skor pengetahuan pada kader tentang pengendalian vektor DBD sebelum dan sesudah diberikan edukasi, berdasarkan survei entolomogi terdapat perbedaan ABJ sebelum dan setelah penerapan eco-light trap, sebesar 17%.

References

  1. Ahmed I., Khan A., Sunniya J., Saira K., Adil H. K., Imtiaz J., et al. Knowledge, Awareness and Practices Regarding Dengue Fever Among the Adult Population of Dengue Hit Cosmopolitan. PLoS One 3(7):e2620.
  2. Anonim a. 2014. Kondisi Geografis Kecamatan Matesih. www.wikipedia.com Diakses tanggal 20 Februari 2020.
  3. Bakker JW, Verhulst NO, Hiscox A. 2015. Modification of the Suna Trap for Improved Survival and Quality of Mosquitoes in Support of Epidemiological Studies. J Am Mosq Control Assoc. 2015 Sep;31(3):223-32. doi: 10.2987/moco-31-03-223-232.1
  4. D..Hoel., D. L. Kline, And S. A. Allan. 2009. Evaluation Of Six Mosquito Traps For Collection Of Aedes Albopictus And Associated Mosquito Species In A Suburban Setting In North Central Florida. Journal of the American Mosquito Control Association. The American Mosquito Control Association Inc. 25(1):47–57
  5. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. 2019 Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018. Semarang: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
  6. Gubler, D. J. 2012 Editorial The Economic Burden of Dengue. The American Society of Tropical Medicine and Hygiene, 86(5): 743-744.
  7. John M.H., Enid G.R., Roberto F.R, dkk. 2013. Risk factors for infection during a severe dengue outbreak in el salvador in 2000. American Journal Tropical Medicine Hygine. 69(6). pp. 629-633.
  8. Kusuma, A. P., & Sukendra, D. M. (2016). Analisis Spasial Kejadian Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Kepadatan Penduduk. Unnes Journal of Public Health, 5(1).
  9. Kurniyawati, I. 2011. Hubungan Karakteristik dan Pengetahuan Kepala Keluarga dengan Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Bangetayu Wetan RW 05 Kota Semarang.Skripsi.Semarang: Universitas Muhammadiyah Semarang.
  10. Koenraadt, Constantianus J.M., Tuiten W., Sithiraprasasna R., Kijchalao U., Jones James W., Scott Thomas W. Dengue Knowledge and Practices and Their Impact on Aedes aegypti Population in Kamphaeng Phet, Thailand. Journal of Tropical Medicine 74(4):692-700.
  11. Laura R, Rachel S, Jacob MH, Katriona S. 2011. The composite insect trap: an innovative combination trap for biologically diverse sampling. Plos One. Vol 6. issue 6. Juni
  12. Montung, D. 2012. Hubungan Antara Karakteristik Individu, Pengetahuan, Sikap dengan Tindakan Masyarakat dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Kolongan Minahasa Utara. Tesis.Manado: Universitas Sam Ratulangi
  13. Niels O. Verhulst, Julian W. Bakker, and Alexandra Hiscox. 2015. Modification of the Suna Trap for Improved Survival and Quality of Mosquitoes in Support of Epidemiological Studies.Journal of the American Mosquito Control Association 31(3):223-232. 2015 doi: http://dx.doi.org/10.2987/moco-31-03-223-232.1
  14. Ridha, M. R., Rahayu, N., Rosvita, N. A., & Setyaningtyas, D. E. 2013. Hubungan Kondisi Lingkungan dan Kontainer dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue di Kota Banjarbaru. Jurnal Buski, 4(3).
  15. Riyanto, B. C. 2010. Hubungan Tingkat Pendidikan, Pengetahuan dan Sikap Ibu Rumah Tangga dengan Kegiatan 3M Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Loa Ipuh Kabupaten Kutai Sayono. 2011. Efek Apliokasi Kaleng Perangkap Nyamuk Terhadap Densitas Aedes. Jurnal.Unimus.ac.id. Diunduh pada 18 Februari 2013.
  16. Sayono. 2011. Efek Aplikasi Kaleng Perangkap Nyamuk Terhadap Densitas Aedes. Jurnal.Unimus.ac.id. Diunduh pada 18 Februari 2013.
  17. Sukendra, D. M. 2015. Analisis Spasial Temporal Faktor Risiko Lingkungan Terhadap Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Golongan Usia Anak (Studi Kasus : Wilayah Kecamatan Tembalang). Prosiding. Semarang : Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang. ISBN 978-602-71138-1-7.
  18. Sungkar, Saleha, Rawina W., Agnes K. 2010. Pengaruh Penyuluhan terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat dan Kepadatan Aedes aegypti di Kecamatan Bayah, Provinsi Banten.Jurnal Makara UI 14(2):81-85.
  19. WHO, 2012. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Dengue. Terjermahan dari WHO Regional Publication SEARO No.29 : Prevention Control of Dengue and Dengue Haemorrhagic Fever. Jakarta : Depkes RI

  1. Dyah Mahendrasari Sukendra  Universitas Negeri Semarang, Indonesia
    Ilmu Kesehatan Masyarakat, FIK, UNNES
  2. Fitri Indrawati  Universitas Negeri Semarang, Indonesia
    Ilmu Kesehatan Masyarakat, FIK, UNNES
  3. Bertakalswa Hermawati  Universitas Negeri Semarang, Indonesia
    Ilmu Kesehatan Masyarakat, FIK, UNNES
  4. Yunita Dyah Puspita Santik  Universitas Negeri Semarang, Indonesia
    Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Semarang