Pemberdayaan Masayarakat Mengatasi Problem Limbah Rumah Tangga di Kelurahan Kedungmundu Kecamatan Tembalang Semarang

Open Access
Article Info
Submitted: 2020-09-16
Published: 2020-12-11
Section: Articles
Language: EN

Abstrak - Limbah rumah tangga merupakan salah satu faktor yang dewasa ini menjadi perhatian serius karena mempengaruhi lingkungan.  Keberadaan sampah di lingkungan, khususnya sampah rumah tangga perlu disikapi dengan pengelolaan sampah. Pengelolaan dengan cara dan alat sederhana dapat dilakukan oleh setiap orang dalam rumah tangga. Pelatihan dalam kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk: (1) Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah rumah tangga dengan metode komposting, (2) Meningkatkan pengetahuan membuat alat komposter sederhana, (3) Memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga pada kelompok focus sebagai inisiasi bank sampah. Khalayak sasaran kegiatan pengabdian masyarakat adalah ibu-ibu PKK di Kelurahan Kedungmundu RW 04 sebanyak 20 orang. Metode kegiatan pengabdian menggunakan ceramah dan demonstrasi. Metode ceramah untuk menjelaskan konsep lingkungan hidup, klasifikasi sampah, peran serta perempuan dalam pengelolaan lingkungan hidup, pengelolaan sampah rumah tangga, membuat starter, demonstrasi pengelolaan sampah rumah tangga dengan menggunakan komposter sederhana. Kegiatan pengabdian secara keseluruhan dapat dikatakan baik dan berhasil membuka wawasan dan pengetahuan khususnya pengolahan sampah limbah rumah tangga menjadi pupuk organic padat dan cair menggunakan komposter sederhana. Respon peserta tinggi dan berniat segera melakukan praktek dirumah masing-masing.

Kata kunci — komposter,  pelatihan, pengelolaan, sampah,  rumah tangga

References

  1. REFERENSI
  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
  3. K. Sejati. 2009. Pengolahan Sampah Terpadu. Yogyakarta: Kanisius.
  4. B. Bahrun dan O. Herlina. Pemanfaatan Limbah Pasar Sebagai Pakan Pada Kelompok Ternak dan Diversifikasi Produk Olahan Entok Guna Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Wanadadi Banjarnegara. Sakai Sambayan — Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. Vol 3 No 1: 6 – 12. Maret 2019
  5. Mardwita. E.S. Yusmartini, A. Melani, Atikah dan D. Ariani. Pembuatan Kompos Dari Sampah Organik Menjadi Pupuk Cair Dan Pupuk Padat Menggunakan Komposter. Suluh Abdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2: 80-83. 2019.
  6. I. L. Setiorini. 2018. Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Kerajinan Tangan Guna Meningkatkan Kreativitas Masyarakat Desa Paowan. Integritas:Jurnal Pengabdian. Vol 2 No 1 : 53-61. Juli 2018
  7. R. Saraswati dan R.H. Praptana. Percepatan Proses Pengomposan Aerobik Menggunakan Biodekomposer. Perspektif Vol. 16 No. 1: 44 – 57 . Juni 2017.
  8. M. S. Rahayu dan Nurhayati. 2005. Penggunaan EM-4 dalam Pengomposan Limbah Teh Padat. Jurnal Penelitian Bidang Ilmu Pertanian Vol. 3, No. 2 : 27-31. Agustus 2005.
  9. A. Febliza dan Z. A. Oktariani. Pelatihan Pembuatan Kompos Menggunakan Effective Microorganisms (EM4) Bagi Guru-Guru SD Negeri 18 Pekanbaru. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI, Vol.3 No.2 :184-190 November 2019

  1. Wiludjeng Roessali  Orcid Diponegoro University, Indonesia