Perbaikan Kampung Kota melalui Kegiatan Mural dalam Mendukung Program MDGs dan Ketahanan Pandemic

Open Access
Article Info
Submitted: 2020-09-16
Published: 2020-12-11
Section: Articles
Language: IND
Pembuatan Mural merupakan cara mempercantik melalui permukiman pengecatan sehingga menjadi Kampung wisata. Hal ini menyebabkan permukiman yang sebelumnya belum layak huni bagi masyarakat, menjadi meningkat kualitas permukimannya. Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan pendampingan ini, akan memberikan inspirasi bagi masyarakat bahwa kawasan permukiman mereka memiliki nilai lebih yaitu dapat mejadi potensi pariwisata perkotaan, yang nantinya dapat menghasilkan income tambahan bagi masyarakat sekitar. Selain itu, kegiatan ini dapat menjadi titik mula bagi masyarakat dan pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk peduli dalam manajemen pengelolaan sanitasi perkotaan dan sebagai bentuk kesadaran dalam menghadapi pandemic covid 19 melalui penyediaan ruang-ruang komunla yang bersifat privat.. Metode pelaksanaannya adalah melalui pendekatan dan mengikutsertakan masyarakat dalam proses kegiatan penggambaran mural pada dinding rumah warga. Kegiatan pengabdian masyarakat yang diusulkan adalah pendampingan masyarakat untuk peningkatan kualitas lingkungan terutama sanitasi melalui parsisipasi langsung masyarakat dengan kegiatan mural. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan rasa kepemilikan dan kebanggaan atas kepemilikan kampung bagi masyarakat, serta untuk memperindah kampung dan mendorong kampung sebagai potensi baru pariwisata perkotaan, serta meningkatkan minat masyarakat untuk berjalan kaki. Manfaat dari kegiatan ini adalah sebagai kegiatan yang dapat mendorong kreatifitas warga, dan dapat menjadi alat untuk pengakuan publik yang lebih baik bagi Kampung Sawah Brebes sebagai kampung kota wisata di Bandar Lampung.

References

  1. Ghoomi, H. A., Yazdanfar, S., & Hosseini, S. (2015). Comparing the Components of Sense of Place in the Traditional and Modern Residential Neighborhoods. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 201 (February), 275–285. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.08.176
  2. Jamaludin, M., & Abdul, S. (2012). Accessibility in Buildings of Tourist Attraction : A case studies comparison, 35 (December 2011), 97–104. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.02.067
  3. Javad, S., Poor, A., & Jusan, M. M. (2012). Exploring Housing Attributes Selection based on Maslow ’ s Hierarchy of Needs, 42 (July 2010), 311–319. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.04.195
  4. Jeuring, J. H. . (2016). Journal of Destination Marketing & Management Discursive contradictions in regional tourism marketing strategies : The case of Fryslân , The Netherlands. Journal of Destination Marketing & Management, 5(2), 65–75. https://doi.org/10.1016/j.jdmm.2015.06.002
  5. Khan, A.S. (2014). Education Role In Capacity Building. International Journal of Agricultural Extension, ESci Journals VOL. 6110, Pages 1–7. http://escijournals.net/index.php/IJAE/article/view/640/299.
  6. Kurnianingrum, R. (2016). Kualitas Perumahan di Desa Mranggen Kecamatan Srumbun Kabupaten Magelang. Jurnal Geografi UNNES Volume 13 No. 1 (72 Dari 100), 13(1), 71–78.
  7. Mastura, N., Mohammad, N., Saruwono, M., Said, S. Y., & Ahmad, W. (2013). A Sense of Place within the Landscape in Cultural Settings. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 105, 506–512. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2013.11.054
  8. Moitra, M.K. (1991). Environmental improvement of slums: The Calcutta experience. Building and Environment. vol: 26 (3) pp: 253-257. https://doi.org/10.1016/0360- 1323(91) 90046-E. ISSN:0360-1323
  9. Muhammad, B. M. dan Sulistyarso H,. (2016). Arahan Penataan Lingkungan Permukiman Kumuh Kecamatan Kenjeran dengan Pendekatan Eco Settlements. Jurnal Teknik ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: 2337-3539
  10. Nisbett, M. (2017). Geoforum Empowering the empowered? Slum tourism and the depoliticization of poverty. Geoforum, 85(July), 37–45. https://doi.org/10.1016/j.geoforum.2017.07.00
  11. Noya, A., & Clarence, E. (2009). Community capacity building : fostering economic and social resilience. Building, (November), 26–27. Retrieved from http://www.oecd.org/dataoecd/54/10/44681969.pdf
  12. Pantano, E., Priporas, C., & Stylos, N. (2017). “You will like it ! ” using open data to predict tourists, response to a tourist attraction. Tourism Management, 60, 430–438. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2016.12.020
  13. Penataan Kawasan Kampung Pelangi Kelurahan Randusari Kecamatan Semarang Selatan. (2018). Dinas Penataan Ruang Kota Semarang

  1. Dini Hardilla  Architecture Department, Engineering Faculty, Lampung University, Indonesia

    Dini Hardilla is a lecturer in Architecture department, Engineering Faculty, Lampung Univeristy. His research interests are in urban resilient and heritage management. During her last three years, her projects have involved developing efficient data of heritage inventory and improvement of urban slum areas which is part of Indonesia's MDGs program. Before joining Unila, Dini was  a Graduate Research Assistan Smart City and Innovation Centre group at ITB. She was complate her graduate studies in Urban Planning at Institute Technology Bandung in, where she was awarded a blackbaerry's scholarship.