Pelatihan Penanganan Cedera Olahraga Melalui Metode Price, Sport Massage, Pemasangan Kinesio Taping pada Atlet dan Pelatih Sekolah Sepakbola (SSB) di Kota Palu

Open Access
Article Info
Submitted: 2020-09-13
Published: 2020-12-11
Section: Articles
Language: EN

Hasil pengamatan dan wawancara kepada beberapa Pelatih dan atlet, dari 240 atlet yang pernah mengalami cedera sebesar 32,5% (78 anak) dan sebesar 67,5% (162 anak) belum pernah mengalami cedera. Lokasi cedera pemain SSB di Kota Palu dari 78 anak sebagian besar cedera pada lutut sebesar 22,2% (22 anak), untuk cedera engkel (sprain) sebanyak 39,7% (31 anak) sedangkan cedera yang disebabkan karena nyeri otot sebesar 32,1% (25 anak). Fenomena yang terjadi di Kota Palu berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di beberapa Club Sekolah Sepak Bola (SSB) seperti Galara, Aditama Bahari, Tunas Muda Kaili dan Abadi Talise mengenai pengetahuan tentang recovery khususnya terkait tindakan P.R.I.C.E, Sport Massage dan Pemasangan Kinesio Tape masih sangat rendah, bahkan ada beberapa Pelatih dan Atlet yang tidak tahu tentang apa itu P.R.I.C.E, kalau massage sudah tahu tapi sekedar massage tradisional dan kinesio tape mereka sudah tahu dan pernah melihat tapi mereka belum tahu cara memasangnya, apa rasanya, manfaatnya untuk apa dan kapan dipakainya. Permasalahan berdasarkan pada situasi dan kondisi yang sesungguhnya, yakni: 1) Banyaknya cedera olahraga dilapangan yang tidak ditangani dengan benar, 2) Kurangnya tenaga masseur di Kota Palu khususnya Sport Massage. 3) Banyaknya kejadian cedera pada saat pertandingan namun Atlet, Pelatih atau Official belum tahu cara penanganan yang benar dengan pendekatan P.R.I.C.E, 4) Kurangnya pengetahuan Pelatih dan Atlet tentang penggunaan kinesio tape.

Kegiatan PPM yang dilaksanakan dengan acara tatap muka dan praktek tindakan P.R.I.C.E, sport massage dan pemasangan kinesio taping berjalan dengan baik dan lancar. Hal tersebut ditandai dengan adanya kesungguhan dari peserta untuk mengikuti secara aktif pelaksanaan kegiatan pelatihan dari awal sampai akhir. Peserta kegiatan berjumlah 30 orang peserta dengan latar belakang pelatih dan atlet SSB se kota Palu dan lokasi penyelenggaraan pelatihan di Cafe Permuja Jl. Tururuka No. 42 Kota Palu. Setelah kegiatan pendampingan dapat disimpulkan 60% (18 orang) dari jumlah peserta yang ikut pelatihan bisa atau mampu menjadi masseur (pemijat) yang handal dan mampu melakukan tindakan pertama dan lanjutan pada cedera baik secara mandiri ataupun berkelompok. Manfaat yang diperoleh peserta adalah dapat memahami, mempraktekan dan menerapkan keterampilannya dengan kualitas yang lebih baik dan diharapkan kebugaran atlet sepakbola kota palu semakin meningkat dan mendapatkan prestasi yang maksimal.

References

  1. marhadi marhadi  Universitas Tadulako, Indonesia
  2. didik purwanto  Universitas Tadulako, Indonesia
  3. hendrik mentara  Universitas Tadulako, Indonesia
  4. tri murtono  Universitas Tadulako, Indonesia