Syair Pesantren: Dakwah yang Tak Akan Pernah Usai

Open Access
Article Info
Submitted: 2020-09-08
Published: 2020-12-11
Section: Articles
Language: EN
Pesantren merupakan salah satu sarana pendidikan yang erat akan ilmu agama Islam. Namun, Pesantren tidak hanya mengajari santri-santri tentang agama islam, tetapi lebih jauh dari itu yaitu cara berkehidupan. Atas dasar itu, pesantren menjadi penjaga kestabilan moral masyarakat.Jika dilihat dari kehidupan pesantren, para santri erat kaitannya dengan syair. Sehingga, tujuan dalam pengabdian ini yaitu mendeskripsikan cara mengajarisantri-santri menulis syair bermuatan konservasi nilai dan karakter serta mempublikasikan syair bermuatan konservasi nilai dan karakter. Metode pengabdian yang digunakan yaitu metode teori menulis kreatif dengan empat tahap yaitu (1) preparasi, (2) inkubasi, (3) iluminasi, (4) verifikasi. Hasil yang dicapai dalam pengabdian ini yaitu ternyata para santri dapat membuat syair. Syair yang dibuat berbentuk satu bait terdiri atas empat larik dengan jumlah 10 suku kata tiap lariknya. Muatan konservasi yang diajarkan kepada santri diterima dengan baik dimana santri mampu membuat syair yang erat kaitannya dengan permasalahan kehidupan masyarakat seperti syair tentang akhlaq menimba ilmu, menjaga alam, serta berhubungan baik sesama manusia.

[1]      M. Arif, “Perkembangan Pesantren di Era Teknologi,” J. Pendidik. Islam UIN Sunan Gunung Djati, vol. 28, no. 2, pp. 307–322, 2016.

[2]      Jabrohim, “BEBERAPA KEMUDAHAN DALAM MELAKSANAKAN PENGAJARAN SASTRA DI PESANTREN,” 2009.

[3]      T. Tutik, U. Ulfa, and M. T. Fikri, “PUJIAN SETELAH ADZAN UNTUK PERKEMBANGAN KECERDASAN SPIRITUAL ANAK,” At-Tuhfah, vol. 9, no. 1, pp. 56–65, 2020.

[4]      M. Abdullah, “Jejak Islamisasi Jawa Oleh KH Soleh Darat (Studi Kasus Naskah Kitab Syarah Al-Hikam),” Nusa J. Ilmu Bhs. dan Sastra, vol. 13, no. 3, pp. 418–430.

[5]      N. Pujiyati, “Pesan–Pesan Dakwah Dalam Syair Kubrosiswo.” IAIN Walisongo, 2012.

[6]      D. I. Senjahaji, “KONSEP MENCARI ILMU DALAM SYAIR SUN NGAWITI KARYA KYAI SA’DULLAH MAJDI.” IAIN Purwokerto, 2017.

[7]      M. Syaefuddin, “GERAKAN DAKWAH CINTA TANAH AIR INDONESIA (Strategi dan Metode Dakwah KH. Habib Luthfi Pekalongan),” J. Ilmu Dakwah, vol. 37, no. 2, pp. 215–246, 2018.

[8]      E. Waryanti, “Pembelajaran sastra berbasis karakter,” Buana Bastra, vol. 2, no. 2, pp. 156–164, 2015.

[9]      C. A. Jabrohim and S. A. Sayuti, “Cara Menulis Kreatif,” Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003.

[10]    M. Rachman, “Konservasi nilai dan warisan budaya,” Indones. J. Conserv., vol. 1, no. 1, 2012.

[11]    R. D. Pradopo, Beberapa teori sastra, metode kritik, dan penerapannya. Pustaka Pelajar, 1995.

[12]    W. Wagiran, A. P. Y. Utomo, and D. L. D. Cahyani, “Identifikasi Teks Bergenre Cerita Bermuatan Nilai Konservasi,” Lingua, vol. 14, no. 2, pp. 175–189, 2018.

[13]    A. W. Widjaja, Pedoman pokok-pokok dan materi perkuliahan Pancasila pada perguruan tinggi. Penerbit Akademika Pressindo, 1991.

[14]    Z. Rahem, “Menggali paradigma pendidikan berkeadaban dari kitab Ayyuha Al-Walad dan Kimiatus Sa’adah,” J. Islam Nusant., vol. 2, no. 1, pp. 60–71, 2020.

[15]    O. M. A.-T. Al-Syaibany, “Falsafatut Tarbiyyah Al-Islamiyah, terj,” Hasan Langgulung, Filsafat Pendidik. Islam. Jakarta Bulan Bintang, 1979.

[16]    E. Mawaddatunnisa and Z. Fahmy, “Interaksi Sosial pada Novel Negeri Lima Menara Karya Ahmad Fuadi,” J. Sastra Indones., vol. 9, no. 2, 2020.

[17]    A. R. Hanif and A. Khobir, “Konsep Akhlak Seorang Peserta Didik Dalam Mencari Ilmu Menurut Kiai Ahmad Sakhowi Amin (Kajian Kitab Miftah Al Akhlaq),” Edukasia Islam., vol. 11, no. 1, p. 69453, 2013.

[18]    U. N. Masruri, “Pelestarian Lingkungan dalam Perspektif Sunnah,” At-Taqaddum, vol. 6, no. 2, pp. 411–428, 2016.

[19]    M. Marzuki, “Pembinaan Akhlak Mulia Dalam Berhubungan Antar Sesama Manusia Dalam Perspektif Islam,” HUMANIKA, vol. 9, no. 1, 2009.

References

  1. M. Arif, “Perkembangan Pesantren di Era Teknologi,” J. Pendidik. Islam UIN Sunan Gunung Djati, vol. 28, no. 2, pp. 307–322, 2016.
  2. Jabrohim, “BEBERAPA KEMUDAHAN DALAM MELAKSANAKAN PENGAJARAN SASTRA DI PESANTREN,” 2009.
  3. T. Tutik, U. Ulfa, and M. T. Fikri, “PUJIAN SETELAH ADZAN UNTUK PERKEMBANGAN KECERDASAN SPIRITUAL ANAK,” At-Tuhfah, vol. 9, no. 1, pp. 56–65, 2020.
  4. M. Abdullah, “Jejak Islamisasi Jawa Oleh KH Soleh Darat (Studi Kasus Naskah Kitab Syarah Al-Hikam),” Nusa J. Ilmu Bhs. dan Sastra, vol. 13, no. 3, pp. 418–430.
  5. N. Pujiyati, “Pesan–Pesan Dakwah Dalam Syair Kubrosiswo.” IAIN Walisongo, 2012.
  6. D. I. Senjahaji, “KONSEP MENCARI ILMU DALAM SYAIR SUN NGAWITI KARYA KYAI SA’DULLAH MAJDI.” IAIN Purwokerto, 2017.
  7. M. Syaefuddin, “GERAKAN DAKWAH CINTA TANAH AIR INDONESIA (Strategi dan Metode Dakwah KH. Habib Luthfi Pekalongan),” J. Ilmu Dakwah, vol. 37, no. 2, pp. 215–246, 2018.
  8. E. Waryanti, “Pembelajaran sastra berbasis karakter,” Buana Bastra, vol. 2, no. 2, pp. 156–164, 2015.
  9. C. A. Jabrohim and S. A. Sayuti, “Cara Menulis Kreatif,” Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003.
  10. M. Rachman, “Konservasi nilai dan warisan budaya,” Indones. J. Conserv., vol. 1, no. 1, 2012.
  11. R. D. Pradopo, Beberapa teori sastra, metode kritik, dan penerapannya. Pustaka Pelajar, 1995.
  12. W. Wagiran, A. P. Y. Utomo, and D. L. D. Cahyani, “Identifikasi Teks Bergenre Cerita Bermuatan Nilai Konservasi,” Lingua, vol. 14, no. 2, pp. 175–189, 2018.
  13. A. W. Widjaja, Pedoman pokok-pokok dan materi perkuliahan Pancasila pada perguruan tinggi. Penerbit Akademika Pressindo, 1991.
  14. Z. Rahem, “Menggali paradigma pendidikan berkeadaban dari kitab Ayyuha Al-Walad dan Kimiatus Sa’adah,” J. Islam Nusant., vol. 2, no. 1, pp. 60–71, 2020.
  15. O. M. A.-T. Al-Syaibany, “Falsafatut Tarbiyyah Al-Islamiyah, terj,” Hasan Langgulung, Filsafat Pendidik. Islam. Jakarta Bulan Bintang, 1979.
  16. E. Mawaddatunnisa and Z. Fahmy, “Interaksi Sosial pada Novel Negeri Lima Menara Karya Ahmad Fuadi,” J. Sastra Indones., vol. 9, no. 2, 2020.
  17. A. R. Hanif and A. Khobir, “Konsep Akhlak Seorang Peserta Didik Dalam Mencari Ilmu Menurut Kiai Ahmad Sakhowi Amin (Kajian Kitab Miftah Al Akhlaq),” Edukasia Islam., vol. 11, no. 1, p. 69453, 2013.
  18. U. N. Masruri, “Pelestarian Lingkungan dalam Perspektif Sunnah,” At-Taqaddum, vol. 6, no. 2, pp. 411–428, 2016.
  19. M. Marzuki, “Pembinaan Akhlak Mulia Dalam Berhubungan Antar Sesama Manusia Dalam Perspektif Islam,” HUMANIKA, vol. 9, no. 1, 2009.

  1. ZULFA FAHMY  UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG, Indonesia
    Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Semarang
  2. ASEP PURWO YUDHI UTOMO  UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG, Indonesia
    Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Semarang
  3. HARYADI HARYADI  UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG, Indonesia
    Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Semarang
  4. AGHNIA NURMAHANIFAH  UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG, Indonesia
    Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Semarang